GANGGUAN SISTEM ORGAN MANUSIA


Make You Smarter Blog - PEMBULUH DARAH
Arteri
  • Sklerosis (Penyumbatan) meliputi
  1. Arteriosklerosis : penyumbatan arteri oleh zat kapur sehingga terjadi pengerasan
  2. Aterosklerosis : penyumbatan arteri oleh lemak ( fat )
Vena :
  • Pelebaran pembuluh
  1. Varises : pelebaran pembuluh vena di Betis
2. Hemoroid / wasir : pelebaran pembuluh vena di Anus
Kapiler
·Arteriol . kapiler jantung / nadi tajuk jantung atau sering disebut arteria coronaria
  1. Trombus : sumbatan brnda padat
  2. Embolus : sumbatan berupa udara
  3. Coronarialis : penyempitan arteri koroner pada jantung.
SEL DARAHNYA
  • Hemophily : darah sukar membeku akibat faktor keturunan (genetis).
  • Thalasemia : kanker darah ( darah merah umurnya muda ) Thalasemia : rendahnya daya ikat eritrosit terhadap O2 karena kegagalan pembentu kan haemoglobin (eritrosit pecah). .
  1. Thalasemia mayor bersifat lethal ( ThTh )
  2. Thalasemia minor tetap hidup pembawa ( Thth )
  3. Normal darahnya ( thth )
  • Siklemia : darah memrah membentuk bulan sabit
  • Anemia : penyakit kurang darah, akibat kandungan Hb rendah, kurangnya eritrosit atau menurunnya volume darah dari normal
  • Polistemia : kelebihan eritrosit akibat meningkatnya viskositas (kekentalan) darah.
  • Leukimia : kanker darah, akibat bertambahnya leukosit yang tidak terkendali.
  • Leukopenia : menurunnya jumlah leukosit karena infeksi kuman tifus sehingga eritrosit dapat menurun hingga 3000 per mm3.
  • Eritroblastosis fetalis : penyakit kuning bayi, karena kerusakan darah bayi yang baru lahir akibat kemasukan aglutinin dari luar.
JANTUNGNYA
  • Hipertensi tekanan tidak normal (diatas 120/80) misal 160 /100
  • Hipotensi Sistole dan Diastolnya sangat rendah
  • Blue baby : bayi warna biru waktu lahir akibat kelainan jantung (foramen ovale)
GANGGUAN SYSTEM PENCERNAAN
  • Apendikitis : penyebabnya karena adanya radang yang terjadi pada usus buntu. Keadaan ini bisa disebabkan karena makanan yang membusuk biji cabe dll atau karena infeksi bakteri.
  • Maldigesti : Terlalu banyak makan atau makan suatu zat yang merangsang lambung.
  • Tukak Lambung/Maag : "Radang" pada dinding lambung, umumnya diakibatkan infeksi Helicobacter pylori
  • Xerostomia : kelainan yang menyebabkan produksi air liur yang sangat sedikit
  • Thypus : infeksi / radang pada usus halus karena bakteri Salmonella thyposa
  • Diare : Gangguan pembusukan pada usus besar, disebabkan bisa oleh protozoa atau bakteri, sehingga terjadi gangguan penyerapan air di usus besar. Akibatnya, ampas makanan yang dikeluarkan berwujud cair.
  • Parotitis, disebut juga penyakit gondong. Penyakit ini disebabkan oleh virus. Hal ini merupakan suatu kondisi, yaitu terjadinya infeksi pada kelenjar parotis.
  • Karies Terjadi dalam rongga mulut pada gigi yang tidak terawat. Karies terjadi karena adanya penumpukan sisa makanan pada gigi yang difermentasikan oleh bakteri menyebabkan lubang pada gigi.
  • Sariawan Diawali dengan timbulnya luka kecil dalam rongga mulut. Bil tidak segera disembuhkan, sariawan dapat mengganggu pencernaan makanan di dalam mulut. Pencegahannya dilakuakan dengan mengkonsumsi vitamin C dalam jumlah yang cukup.
  • EnteritisPeradangan pada usus halus atau usus atau usus besar karena infeksi oleh bakteri.
  • Ulkus ( radang lambung )Peradangan pada dinding lambung akibat produksi asam lambung lebih banyak dari jumlah makanan yang masuk atau karena infeksi oleh bakteri.
  • Kanker lambung Penyakit ini disebabkan oleh konsumsi alcohol yang berlebihan, merokok, dan sering mengkonsumsi makanan berbahan pengawet.
  • Kolitis ( radang usus besar )Gejalanya berupa diare, kram perut, atau konstipasi, bahkan dapat terjadi luka atau pendarahan di usus
  • Gastritis, yaitu radang kronis yang terjadi pada lapisan mukosa dinding lambung, penyebabnya karena makanan yang terkena kuman atau kelebihan HCl.
  • Disfagia, adalah keadaan lambung yang rusak akibat alkohol dan suatu racun tertentu.
  • Peritonitis, terjadi akibat peradangan yang terjadi pada selaput perut.
  • Hepatitis, yaitu infeksi hati yang disebabkan oleh virus hepatitis. Penyakit ini dapat menular melalui makanan atau minuman, transfusi darah, hubungan seksual, pemakaian jarum suntik lebih dari satu orang.
  • Konstipasi disebut juga sembelit, yaitu keadaan sulit buang air besar pada seseorang. Ini bisa disebabkan karena penyerapan air di dalam usus besar yang berlebih, sehingga feses menjadi keras. Perasaan stres dan takut juga dapat memicunya.
  • Hemoroid / wasir penyakit ini muncul karena pecahnya pembuluh vena di daerah anus karena sembelit sehingga faecesnya keras dengan sendirinya dapat memicu terjadinya hemoroid

GANGGUAN SYSTEM RESPIRASI
Penyempitan saluran pernafasan akibat asma atau bronkitis.
  • Bronkis disebabkan oleh bronkus yang dikelilingi lendir cairan peradangan
  • Influenza ( flu) : merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus influenza. Penyakit ini timbul dengan gejala bersin-bersin, demam, dan pilek.
  • Asma adalah penyempitan saluran pernapasan akibat otot polos pada saluran pernapasan mengalami kontraksi yang mengganggu jalan napas, bunyi mendesak dan batuk yang disebabkan alergi seperti debu, bulu, ataupun rambut, psikis atau karena penyakit menurun.kelainan. Kelainan ini juga dapat kambuh jika suhu lingkungan cukup rendah atau keadaan dingin.
  • Sinusitis, adalah radang pada rongga hidung bagian atas
  • Renitis, adalah gangguan radang pada hidung.
  • Pembengkakan kelenjar limfe pada sekitar tekak dan hidung yang mempersempit jalan nafas. Penderita umumnya lebih suka menggunakan mulut untuk bernapas.
  • Pleuritis, yaitu merupakan radang pada selaput pembungkus paru-paru atau disebut pleura.
  • Bronkitis, adalah radang pada bronkus merupakan gangguan pada cabang batang tenggorokan akibat infeksi. Gejalanya adalah penderita mengalami demam dan menghasilkan lendir yang menyumbat batang tenggorokan. Akibatnya penderita mengalami sesak napas..
  • Tonsilitis : radang pada faring yang di sebabkan oleh bacteri pada tonsil.
  • Pneumoniae : radang dinding aleolus yang disebabkan oleh infeksi bacteri Diplococcus pneumonia
  • Difteri : penyakit daluran pernafasan bagian atas karena infeksi bacteri Corynebacterium diphtheriae
  • Faringitis : radang pada faring yang disebabkan oleh bacteri atau viris tertentu.
  • Kanker paru-paru : akibat sering merokok
  • Polip pada hidung dan amandel membesar pada tekak sehingga pemasukan udara terganggu, sehingga penderita sering membiarkan mulutnya terbuka.
  • Rinitis : radang pada selaput lendir hidung
  • Tuberkulosis (TBC) : merupakan penyakit paru-paru yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis. Bakteri tersebut menimbulkan bintil-bintil pada dinding alveolus. Jika penyakit ini menyerang dan dibiarkan semakin luas, dapat menyebabkan sel-sel paru-paru mati. Akibatnya paru-paru akan kuncup atau mengecil. Hal tersebut menyebabkan para penderita TBC napasnya sering terengah-engah.
  • Kanker paru-paru : Penyakit ini merupakan salah satu yang paling berbahaya. Sel sel kanker pada paru-paru terus tumbuh tidak terkendali. Penyakit ini lama-kelamaan dapat menyerang seluruh tubuh. Salah satu pemicu kanker paru-paru adalah kebiasaan merokok. Merokok dapat memicu terjadinya kanker paru-paru dan kerusakan paru-paru.
Bersin
  • Bersin merupakan aliran udara yang hebat melalui mulut dan hidung.
  • Ini terjadi di luar kemauan.
  • Biasanya bersin terjadi karena ada partikel pengganggu dalam hidung Anda.
  • Ujung-ujung saraf di dalam hidung merangsang Anda bersin untuk menyingkirkan partikel-partikel tersebut.
  • Penyebab lain adalah udara dingin atau sakit flu.
  • Pada saat sakit flu, banyak partikel asing di dalam hidung Anda sehingga memaksa hidung merangsang bersin.
  • Yang perlu Anda tahu tentang bersin yaitu kecepatan udara saat Anda bersin mencapai 166 kilometer per jam.
  • Lalu saat bersih Anda akan mengeluarkan sampai 100.000 butiran kecil lendir dan mikro organisme.
  • Itu sebabnya, saat bersin sebaiknya Anda menutupi hidung dan mulut Anda karena dapat membahayakan orang lain.
Batuk
  • Sama seperti bersin, ketika Anda batuk bertujuan untuk mengusir zat berbahaya dalam tubuh Anda.
  • Jika bersin terjadi karena ada partikel asing di hidung, maka batuk terjadi karena ada partikel atau zat asing di dalam paru-paru atau tenggorokan.
  • Tujuannya untuk membersihkan paru-paru dari zat yang berbahaya saat saluran pernapasan mulai terganggu.
  • Batuk dapat pula menjadi upaya yang disengaja untuk membersihkan tenggorokan.
  • Batuk juga bisa menyebarkan kuman yang menyebabkan penyakit.
  • Karena itu, sebaiknya ketika batuk, Anda menutupi mulut Anda.
Cegukan
  • Cegukan terjadi di luar kemauan atau tidak dapat dikontrol.
  • Cegukan merupakan pengambilan udara secara mendadak yang disebabkan karena kontraksi diafragma secara tidak teratur.
  • Penyebabnya karena gangguan organ-organ tubuh dekat diafragma.
  • Kejang ini menarik udara dari paru-paru melalui laring, membentur epiglotis, menyebabkan pita suara bergetar.
  • Oleh karena itu, akan menimbulkan suara ’hik’ saat Anda cegukan.
Ngorok /Mendengkur 
  • Saat tidur, beberapa orang mendengkur atau mengorok.
  • Suara kasar saat Anda tidur ini biasanya disebabkan karena bernapas melalui mulut.
  • Jaringan lembut pada langit-langit mulut dekat tenggorokan bergetar karena udara melewatinya saat Anda bernapas melalui mulut.
  • Selain itu, bibir, pipi, dan lubang hidung Anda juga ikut bergetar.
  • Posisi yang umum menyebabkan mendengkur adalah tidur terlentang.
  • Hal ini karena mulut cenderung menganga dan lidah menghalangi saluran pernapasan.
  • Salah satu solusinya adalah dengan mencoba tidur miring.
Menguap
  • Saat mengantuk, Anda akan menguap.
  • Mengapa Anda menguap? Karena paru-paru Anda kurang mendapat oksigen.
  • Dengan mengambil nafas dalam-dalam di luar kemauan terjadi sebagai respon alami akibat tertutupnya paru-paru oleh karbondioksida atau kekurangan oksigen.
  • Yang juga menarik, yaitu menguap diduga sebagai kebiasaan menular. Jika Anda melihat atau mendengar orang lain menguap, yang sering terjadi adalah Anda ikut-ikutan menguap. Fenomena ini masih menjadi misteri bagi banyak ilmuwan.
Kelainan/Gangguan/Penyakit Dinding Alveolus
  • Pneumonia / Pnemonia, adalah suatu infeksi bakteri diplococcus pneumonia yang menyebabkan peradangan pada dinding alveolus.
  • Tuberkolosis / TBC, merupakan penyakit yang disebabkan oleh baksil yangmengakibatkan bintil-bintil pada dinding alveolus.
  • Masuknya air ke alveolus.karena tenggelam

Kelainan/Gangguan/Penyakit Sistem Transportasi Udara
  • Kontaminasi gas CO / karbon monoksida atau CN / sianida.\
  • Kadar haemoglobin / hemoglobin yang kurang pada darah sehingga menyebabkan tubuh kekurangan oksigen atau kurang darah alias anemia.
  • Asfiksi : ganguan dalam penangkutan O2 ke jaringan atau gangguan penggunaan O2 oleh jaringan
  • Emfisema : gangguan pernafasan karena alveoli menjadi luas secara berlebihan, akibat terjadi penggembungan paru-paru secara berlebihan.

GANGGUAN SYSTEM EKSKRESI
Berikut ini adalah beberapa jenis gangguan kelainan atau penyakit yang biasa terjadi pada saluran kencing manusia yang termasuk dalam kategori sistem ekskresi atau pembuangan disertai pengertian arti definisi gangguannya, yaitu antara lain :
  • Batu Ginjal adalah gangguan yang terjadi dengan gejala penggumpalan batu ginjal karena terjadi stagnasi urine. Biasanya terjadi pada orang yang kurang minum sehingga terjadi penggumpalan serta kristalisasi zat-zat yang seharusnya dibuang dari ginjal ke luar tubuh.
  • Nefritis adalah gangguan berupa radang ginjal yang dapat menimbulkan kerusakan jaringan ginjal.
  • Gagal ginjal adalah penyakit yang menyebabkan tidak terbentuknya urin / urine (anuria) sehingga apabila sudah akut / parah dapat menyebabkan nefritis, pendarahan dan jantung berhenti bekerja / berfungsi secara tiba-tiba.
  • Nefrosis adalah kondisi di mana membran glomerulus bocor, meyebabkan sejumlah besar proteinkeluar dari darah menuju urin. Air dan natrium berakumulasi dalam tubuh menyebabkan edem, khususnya di bagian pergelangan kaki, kaki, perut, dan mata. Nefrosis umumnya terjadi pada anak-anak.
  • Nefritis glomerulus adalah radang membran filtrasi glomerulus di dalam korpuskulum renalis. Penyebab radang secara umum adalah reaksi alergi terhadap racun yang dilepaskan oleh bakteri streptococcus yang menginfeksi bagian tubuh lain, khususnya tenggorokan. Penyakit ini ditandai dengan kenaikan permeabilitas membran filtrasi dan akumulasi sel-sel darah putih di daerah membran filtrasi. Akibatnya, sejumlah besar protein plasma memasuki urin. Keberadaan protein plasma meningkatkan tekanan osmotik filtrat urin, sehingga volume urin meningkat dan menyebabkan gagal ginjal.
  • Pielonefritis adalah radang seluruh bagian ginjal. Kerusakan ini sering dimulai dengan infeksi bakteri pada pelvis ginjal dan kemudian melebar ke bagian utama ginjal.
  • Sistisis adalah radang kantung kemih terutama bagian mukosa dan sub mukosa. Sistisis bisa disebabkan oleh infeksi bakteri, zat kimia, atau luka.
  • Penyakit ini bisa disebabkan karena kerusakan sistem saluran ginjal yang merusak nefron dan menghasilkan pembesaran seperti kiste (benjolan) sepanjang saluran ini. Kerusakan ginjal ini umumnya bersifat menurun


GANGGUAN SISTEM GERAK
Gangguan Persendian
  • Dislokasi
  • Terkilir/keseleo
  • Peradangan sendi (atritis)
  • Tulang retak atau patah (fraktura)

Gangguan pada ruas-ruas tulang belakang
  • Skoliosis
  • Kifosis
  • Lordosis

Gangguan rangka yang lain
  • Rakhitis
Osteoporosis
  • merupakan penyakit penurunan kekuatan tulang karena tulang mengalami pengeroposan.
  • Atau juga suatu penyakit tulang yang ditandai dengan adanya penurunan masa tulang dan perubahan struktur pada jaringan mikroarsitektur tulang, yang menyebabkan kerentanan tulang meningkat disertai kecenderungan terjadinya fraktur, terutama pada proksimal femur, tulang belakang dan pada tulang radius. Ini sering terjadi karena matriks tulang yang terisi calsium carbonat dan Calsium Phosphat , mineral Ca (Calsium) diambil untuk keseimbangan kadar Ca darah mis dalam pembekuan , Pengaturan kadar Ca dan P darah ini di atur oleh hormon Parat hormon yang dihasilkan oleh kelenjar Parathyroid. Hampir separuh masa kehidupan terjadi mekanisme kerusakan tulang ( resorpsi ) dan pembentukan tulang (formasi). Selama masa anak-anak dan dewasa muda, pembentukan tulang jauh lebih cepat dibandingkan dengan kerusakan tulang. Titik puncak massa tulang (Peak bone mass ) tercapai pada sekitar usia 30 tahun, dan setelah itu mekanisme resopsi tulang menjadi jauh lebih cepat dibandingkan dengan pembentukan tulang. Penurunan massa tulang yang cepat akan menyebabkan kerusakan pada mikroarsitektur tulang khususnya pada tulang trabekular.

Gangguan pada Otot
  • Atrofi
  • Hipertrofi
  • Kejang Otot
  • Kaku Leher atau Stiff
  • TetanusHernia Abdominalis
  • Mikro sefalus

GANGGUAN SYSTEM REPRODUKSI
AIDS 
  • Faktor lain yang juga mempengaruhi kualitas penduduk adalah penyakit.
  • Penyakit yang terkait dengan reproduksi secara langsung adalah penyakit yang ditularkan melalui alat reproduksi seperti penyakit AIDS (Acquired Immuno Deficiency Syndrome) yang disebabkan oleh Virus HIV (Human Immune Deficiency Virus) dan penyakit kelamin yang lain.
  • AIDS adalah penyakit mengerikan yang sampai saat ini sudah menular ke berbagai negara. Penularan AIDS ini baru disadari dalam masa modern ini, sehingga sering disebut pandemi modern.
AIDS menuntut perhatian kita semua karena:
  1. Semua orang bisa terkena AIDS.
  2. Belum ditemukan vaksin pencegahnya.
  3. Belum ada obat yang betul-betul dapat diandalkan.
  4. Penyebarannya sangat cepat dan tidak diketahui, sehingga makin banyak orang yang tertular AIDS.
  • Perkembangan AIDS di dunia berlangsung cukup cepat, menurut
  • Badan Kesehatan Dunia (WHO), pada tahun 1981 terdapat 100.000 kasus AIDS di 20 negara, pada tahun 1992 terdapat 11-12 juta kasus, dengan rincian 6% di Asia Tenggara, 60% di Afrika, 10% di Amerika Utara, dan 6% di Eropa.
  • Pada tahun 2000 terdapat 60 juta kasus dengan rincian 41% di Asia Tenggara, 36% di Afrika, 5% di Amerilka.
  • Kondisi yang diperlukan untuk penularan HIV adalah HIV harus masuk ke dalam aliran darah. HIV sangat rapuh dan cepat mati di luar tubuh manusia.
  • Virus ini juga sensitif terhadap panas dan tidak kuat hidup pada suhu di atas 60 derajat celsius. Untuk dapat tertular, maka jumlah virus HIV harus cukup banyak.
  • HIV terdapat di hampir seluruh cairan tubuh manusia seperti keringat, air ludah, air mata, darah, cairan sperma, cairan vagina.
  • Hanya saja pada keringat, air ludah, dan air mata konsentrasinya tidak cukup tinggi untuk menularkan HIV.
  • Cairan yang dapat menularkan HIV adalah darah, cairan sperma, cairan vagina. Penularan terjadi jika ada salah satu dari cairan tadi mengandung virus HIV.
Fase dan gejala HIV
  • Seseorang yang terinfeksi HIV, sistem kekebalan tubuhnya akan semakin menurun, berkurang dan akhirnya hilang.
  • Orang yang terinfeksi HIV fase I, nampaknya seperti orang sehat, belum memperlihatkan gejala. Fase ini berlangsung 5-7 tahun, tergantung kekebalan tubuh penderita.
  • Pada fase II muncul gejala awal penyakit yang terkait HIV, seperti: hilang selera makan, tubuh lemah, berkeringat berlebihan di malam hari, timbul bercak-bercak di kulit, pembengkakan kelenjar getah bening, diare terus-menerus, flu tidak sembuh-sembuh. Fase ini berlangsung sekitar 6 bulan sampai 2 tahun.
  • Tahap AIDS baru dapat terdiagnosis setelah kekebalan tubuh sangat berkurang dan timbul penyakit tertentu seperti TBC, pneumonia, herpes, saraf terganggu, dan lain lain). Perlu diketahui bahwa tidak semua orang yang mengidap penyakit tersebut di atas pasti menderita AIDS.
  • Fase ini berlangsung 3-6 bulan. Untuk memastikan apakah seseorang positif AIDS atau tidak, harus dilakukan pemeriksaan banyaknya sel T di laboratorium. Sampai sekarang orang tidak dapat menyebut secara pasti gejala AIDS, karena gejala AIDS tidak khas.
Pencegahan AIDS
  • Di dalam lingkungan keluarga sampaikan informasi yang sudah Anda ketahui ini kepada anggota keluarga yang lain, teman dan tetangga.
  • Jika sehari-hari Anda menemukan informasi yang salah tentang AIDS, segera luruskan dengan cara yang benar supaya orang-orang tertarik dan juga memperbaiki informasi tersebut.
  • Di lingkungan sekolah mungkin Anda bisa mengusulkan kepada guru atau kepala sekolah agar diadakan diskusi atau seminar atau kegiatan lain yang berhubungan dengan pencegahan AIDS.
  • Kegiatan yang berkait dengan pencegahan AIDS dapat juga Anda lakukan bersamaan dengan kegiatan sejenis seperti pencegahan narkoba, pendidikan keluarga, dan sebagainya.
  • Di Indonesia ada kecenderungan penjaja seks komersial meluas, penyebaran penyakit kelamin tinggi, urbanisasi dan migrasi penduduk tinggi, kecenderungan hubungan seks sebelum nikah meningkat, lalu lintas orang dari/ke luar negeri berlangsung dengan bebas, serta penggunaan alat suntik, tato, tindik yang tidak sehat.
Gonorhoea ( Kencing Nanah)
  • Gonorhoea adalah penyakit infeksi yang menyerang pada alat kelamin (genitalia). Penyaki ini disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae.
  • Gejala penyakit ini adalah rasa sakit dan keluar nanah pada saat kencing, serta keputihan berwarna kuning hijau pada wanita.
  • Penyakit ini ditularkan melalui hubungan seksual.Bayi juga dapat tertular penyakit ini melalui proses persalinan.
  • Penyakit ini dapat menyebabkan kebuataan pada bayi yang baru lahir.
Sifilis
  • Sifilis adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum.
  • Penyakit ini ditularkan melalui hubungan seksual atau hubungan badaniah yang intim (ciuman), transfusi darah, penularan oleh ibu pada janin melalui plasenta.
  • Gejala awal penyakit ini adalah borok pada tempat masuknya bakteri ke dalam tubuh, biasanya pada daerah sekitar kelamin.
  • Penyakit ini dapat menyebar dan menyerang organ-organ tubuh lainnya, kemudian menimbulkan kerusakan pada organ tersebut.
Herpes Simplex Genitalis
  • Penyakit ini disebabkan oleh virus herpes simplex tipe II, yang menyerang kulit di daerah genitalia luar, anus, dan vagina.
  • Gejala penyakit ini berupa gatal-gatal, pedih, dan kemerahan pada kulit di daerah kelamin. Pada daerah tersebut kemudian timbul beberapa lepuh kecil-kecil, selanjutnya lepuh menjadi pecah dan menimbulkan luka.
  • Penyakit ini ditularkan melalui hubungan seksual dan dapat pula ditularkan oleh ibu hamil kepada janinnya.
  • Penyakit herpes sulit sekali sembuh dan sering kambuh setelah beberapa bulan/tahun.

Gangguan pada Sistem Reproduksi Wanita

Gangguan menstruasi
  • Gangguan menstruasi pada wanita dibedakan menjadi dua jenis, yaitu amenore primer dan amenore sekunder.
  • Amenore primer adalah tidak terjadinya menstruasi sampai usia 17 tahun dengan atau tanpa perkembangan seksual.
  • Amenore sekunder adalah tidak terjadinya menstruasi selama 3 – 6 bulan atau lebih pada orang yang tengah mengalami siklus menstruasi.

Kanker genitalia
  • Kanker genitalia pada wanita dapat terjadi pada vagina, serviks dan ovarium.

Kanker vagina
  • Kanker vagina tidak diketahui penyebabnya tetapi kemungkinan terjadi karena iritasi yang diantaranya disebabkan oleh virus.
  • Pengobatannya antara lain dengan kemoterapi dan bedah laser.

Kanker serviks
  • Kanker serviks adalah keadaan dimana sel-sel abnormal tumbuh di seluruh lapisan epitel serviks.
  • Penanganannya dilakukan dengan mengangkat uterus, oviduk, ovarium, sepertiga bagian atas vagina dan kelenjar limfe panggul.

Kanker ovarium
  • Kanker ovarium memiliki gejala yang tidak jelas.
  • Dapat berupa rasa berat pada panggul, perubahan fungsi saluran pencernaan atau mengalami pendarahan vagina abnormal.
  • Penanganan dapat dilakukan dengan pembedahan dan kemoterapi.

Endometriosis
  • Endometriosis adalah keadaan dimana jaringan endometrium terdapat di luar uterus, yaitu dapat tumbuh di sekitar ovarium, oviduk atau jauh di luar uterus, misalnya di paru-paru.
  • Gejala endometriosis berupa nyeri perut, pinggang terasa sakit dan nyeri pada masa menstruasi.
  • Jika tidak ditangani, endometriosis dapat menyebabkan sulit terjadi kehamilan.
  • Penanganannya dapat dilakukan dengan pemberian obat-obatan, laparoskopi atau bedah laser.

Infeksi vagina
  • Gejala awal infeksi vagina berupa keputihan dan timbul gatal-gatal.
  • Infeksi vagina menyerang wanita usia produktif.
  • Penyebabnya antara lain akibat hubungan kelamin, terutama bila suami terkena infeksi, jamur atau bakteri.

GANGGUAN SYSTEM SYARAF
  1. Polio Yaitu penyakit yang disebabkan oleh infeksi vius pada sumsum tulang belakang. Virus polio ini sering menyerang anak-anak balita. Gejala yang dirasakan berupa rasa demam, sakit kepala.dan akhirnya mengalami kelumpuhan. Anak –anak yang biasanya menderita polio setelah dewasa, kakinya biasnaya berbeda ukurannya. Hal ini disebakan oleh mengecilnya otot (atropi). Penyakit polio dapat dihindari dengan imunisasi polio.
  1. Epilepsi, yaitu penyakit yang ditandai dengan serangan mendadak berupa sentakan otak yang hebat sehingga timbul kejang-kejang dan mengelaurkan busa dari mulutnya. Epilepsi dapat menyerang orang yang menderita tumor otak,cedera otak, infeksi otak dan penderita cacat otak bawaan.
  2. Meningitis, yaitu penyakit akibat radang pada bagian seaput otak (meningen) yang disebabkan oleh bakteri atau virus.
  3. Neuritis yaitu penyakit gangguan pada saraf tepi yang disebabkan adanya peradangan, keracunan atau karena ada tekanan.
  4. Gegar otak, penyakit yang disebabkan benturan pada kepala.
  5. Hydrocphalus, kelainan dan atau penyakit akibat pembesaran kepala karena terjadinya penimbunan secara akif cairan otak di dalam bilik otak. Penyakit hydrocphelus antara lain karena kelainan struktur otak sejak lahir, infeksi selaput otak, tumor otak dan trauma kepala.
  6. Stroke yaitu kerusakan otak akibat pecahnya atau tersumbatnya pembuluh darah dalam otak. Keadaan ini mengakibatkan sel-sel saraf di sekitar pembuluh darah tidak memperoleh cukup oksigen sehingga mati. Dampak penyumbatan ini tergantung letak terjadinya penyumbatan. Penderita dapat mempunyai masalah dengan pengucpan gerakan atau ingatannya.

Artikel Terkait Biologi ,Education

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar