Showing posts with label Gaya Hidup. Show all posts
Showing posts with label Gaya Hidup. Show all posts

10 Cara Alami Mengilangkan Jerawat

10 Cara Alami Menghilangkan Jerawat

Jerawat (Acne Vulgaris) dapat disebabkan oleh berbagai hal, seperti bakteri, stress, hormon, juga pola makan. Apapun alasannya timbulnya, jerawat merupakan masalah setiap orang. Sama halnya dengan penyebab jerawat itu sendiri, cara penanganan jerawat pun ada beberapa cara dari yang menggunakan obat-obatan hingga cara yang alami.

Pada umumnya penggunaan obat-obatan yang tidak alami atau sintetik untuk menghilangkan jerawat selain memiliki harga yang relatif mahal, juga memilik efek samping ataupun efek alergi pada beberapa orang yang memiliki kulit yang sensitif. Oleh karena itu dibutuhkan pengawasan dokter dalam penggunaan obat-obat tersebut.

Dengan demikian, dapat dikatakan menghilangkan jerawat dengan obat-obatan sintetis merupakan cara yang kurang aman. Penanganan masalah jerawat paling aman yang dapat diaplikasikan pada semua orang adalah secara alamiah. Berikut ini adalah 10 cara menghilangkan jerawat secara alami yang dapat dilakukan di rumah dengan biaya yang relatif murah

1. Air

Air

Minum air putih secara teratur setiap hari dapat bantu pembuangan racun dari tubuh yang dapat juga membantu dalam mengatasi jerawat.

2. Jeruk nipis

Jeruk nipis

Campur perasan 1 buah jeruk nipis dengan 1 gelas air putih, minum setiap pagi setelah bangun pagi sebelum sarapan pagi. Campuran ini dapat membuang tumpukan minyak berlebih pada sebum yang menyebabkan jerawat.

Selain itu jeruk nipis juga dapat digunakan sebagai antiseptik alami yang dapat membantu membunuh bakteri penyebab jerawat. Belah dua jeruk nipis/purut menjadi 2 bagian, lalau gosokan pada bagian wajah yang berjerawat selama 30 menit lalu bilas dengan air hangat. Lakukan 2-3 kali sehari untuk hasil yang optimal. Wajah akan terlihat lebih bersih dan segar.

3. Asam Jawa

Asam Jawa

Asam jawa sering digunakan sebagai obat anti alergi juga untuk mengobati eksem dan bisul karena kandungannya yang dapat berfungsi sebagai anti inflamasi juga sebagai antiseptik. Oleh karena itu, asam juga dapat digunakan sebagai obat untuk menghilangkan jerawat. Ambil 10 jari buah asam tua, campurkan buahnya yang sudah di buang bijinya dengan ½ sendok the garam, lalu gosokkan pada wajah yang berjerawat, diamkan selama 15 menit, lalu bilas dengan air hangat. Ulangi 2-3 kali sehari untuk hasil yang optimal.

4. Belimbing Wuluh

Belimbing Wuluh

Belimbing wuluh selain sebagai bumbu dapur juga dapat digunakan untuk mengobati jerawat. Campurkan 3 buah belimbing wuluh dengan 1 sendok makan air jeruk nipis dan ½ sendok the belerang, tumbuk hingga halus dan aplikasikan pada bagian wajah yang berjerawat. Gunakan selama 2-3 kali sehari untuk hasil yang optimal.

5. Lidah buaya

Lidah buaya

Lidah buaya memiliki kandungan yang dapat digunakan untuk mengurangi peradangan dan mencegah peradangan timbul kembali, serta dapat meningkatkan kekenyalan dan elastisitas kulit. Ambil 1 helai daun kulit buaya, kupas kulitnya, potong jadi 2-3 bagian dan oleskan buahnya pada kulit yang bermasalah, diamkan selama 15-20 menit, bilas dengan air hangat. Ulangi setiap hari untuk hasil yang optimal.

6. Bawang putih

Bawang putih

Bawang putih memiliki kandungan yang berfungsi sebagai antiseptik alami sehingga salah satu tanaman yang sering dijadikan bumbu masakan ini dapat juga dimanfaatkan sebagai obat jerawat alami. Kupas Bawang putih dan tumbuk hingga halus, ratakan pada wajah yang berjerawat (hati-hati jangan sampai terkena mata), diamkan selama 10 menit, lalu bilas dengan air hangat. Ulangi 1 kali sehari secara teratur untuk hasil yang optimal.

7. Tomat

Tomat

Buah tomat yang biasanya digunakan sebagai bumbu masakan ataupun disajikan sebagai jus baik untuk kesehatan mata karena adanya kandungan vitamin A pada buah tomat. Namun selain vitamin A, tomat juga memiliki kandungan vitamin C yang baik sebagai antioksidan serta memiliki kandungan asam sitrat yang baik untuk mengangkat kotoran dan lemak pada wajah yang berjerawat. Gosokan buah tomat yang sudah di potong-potong pada wajah, diamkan selama kurang lebih 20 menit, lalu bilas dengan air hangat. Lakukan selama 2-3 kali sehari untuk hasil yang maksimal.

8. Madu

Madu

Madu memiliki kandungan yang berfungsi sebagai antiinflamasi sehinnga cocok digunakan untuk mengurangi radang yang ditimbulkan oleh jerawat. Campurkan 2 sendok madu dengan 1 sendok teh air jeruk nipis, ratakan pada wajah dan diamkan selama 15 – 20 menit, ulangi 2-3 kali sehari untuk hasil yang optimal.

9. Diet / Pola Makan Teratur

Diet / Pola Makan Teratur

Makanlah sayur-sayuran dan buah-buahan yang kaya akan vitamin dan mineral untuk mencegah timbulnya jerawat baru. Vitamin dan mineral seperti vitamin C, vitamin A, zinc, dan selenium dapat membantu keseimbangan tubuh sehingga wajah dapat terhindar dari timbulnya jerawat baru.

10. Hindari Makanan Penyebab Jerawat

Hindari Makanan Penyebab Jerawat

Pola makan yang tidak tepat dapat menyebabkan timbulnya jerawat. Oleh karena itu pola makan yang tepat sangat penting untuk membantu menghilangkan juga mencegah timbulnya jerawat. Hindari makanan yang mengandung garam, cabai, gluten (roti, mie, kue), hindari pula makanan-makanan olahan karena nilai gizinya yang sudah terlalu rendah (seperti nugget, sosis, burger) dan hindari pula susu dan produk turunannya.

sumber: http://arhamvhy.blogspot.com/2012/03/10-cara-alami-menghilangkan-jerawat.html
readmore »»  

5 Perilaku Orang Tua yang Jadikan Anak Stres

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh6u8iu_FYSMfh4rddaM0E0eSIB9NaEuEUH6yTzEwPimnfGvBHZm3JE6IaIfpBB9b7T5qjhvydyVoEsO2EkLwcPO425bg_hKH6IJHlpDrEeUh-Hsqtm8NpwlXph_b9QgJ4cATsDLJHr5Cq9/s1600/stress-kid.jpeg 

Siapa bilang hanya orang dewasa saja yang bisa terserang stres? Anak-anak pun bisa. Biasanya orang dewasa terserang stres karena masalah pekerjaan, keuangan dan lainnya. Bagaimana dengan anak, apa pemicu stres mereka?

"Faktor penyebab anak menjadi stres adalah perilaku dari orangtuanya sendiri," tukas Rustika Thamrin, Spsi, CHt, CI, MTLT, psikolog dari Brawijaya Women and Children Hospital kepada Kompas Female, saat talkshow "How to be a Healhty & Productive Career Women" di Thamrin Nine, Jakarta Pusat.

Menurut Rustika ada beberapa perilaku orangtua yang tidak disadari bisa menimbulkan tekanan pada anak, yang pada akhirnya mengakibatkan stres. Berikut beberapa penyebabnya:

1. Melarang anak menangis
Semua orangtua pasti ingin anaknya menjadi anak yang hebat. Namun seringkali orangtua tidak menyadari bahwa kata-kata motivasi yang diberikan justru membebani anak, dan mungkin saja membuat mereka menjadi stres. "Beban dan tekanan ini terutama dialami oleh anak laki-laki dibanding perempuan, karena di kultur Indonesia laki-laki itu dianggap mahluk yang paling kuat sehingga tidak boleh menunjukkan kelemahannya sedikit pun," ungkapnya.

Pola pikir anak-anak dan dewasa berbeda. Anak, terutama pada balita, hanya akan menyerap kata-kata yang terdengar, dan belum bisa memprosesnya dengan sempurna seperti yang dilakukan orang dewasa. Misalnya, ketika anak terjatuh dari sepeda dan kemudian menangis. Jika yang terjatuh adalah anak perempuan, orangtua biasanya akan membiarkannya untuk menangis. Tetapi ketika yang mengalami adalah anak laki-laki, orangtua pasti akan melarangnya menangis diiringi pesan, "Kamu tidak boleh menangis", "Kamu kan laki-laki, tidak boleh cengeng", atau "Kamu kan anak laki-laki yang kuat, luka ini tidak ada apa-apanya."

Sekilas, tak ada yang salah dengan kalimat tersebut, karena tujuannya memotivasi anak untuk tidak cengeng. Namun, ketika diserap oleh otak anak, kalimat ini akan memiliki arti yang berbeda. Kalimat tersebut akan diterima sebagai sebuah perintah, yang akan selalu ada di otak mereka sampai dewasa. Masuknya perkataan ini ke otak anak akan membuat anak selalu menahan tangisnya, dan memendam perasaan sedihnya. Hal inilah yang membuat anak menjadi stres. "Tidak heran kalau laki-laki jarang dan malu menangis, karena dari kecil sudah dijejali dengan perkataan seperti itu. Padahal orang sah-sah saja untuk menangis dan mengeluarkan perasaan mereka," tambah Rustika. Menangis boleh saja, yang harus dikontrol adalah frekuensinya.

2. Perilaku orangtua tidak konsisten
Menurut penelitian, anak-anak usia 1-7 tahun akan lebih mudah menyerap berbagai hal di sekitarnya melalui bahasa tubuh seseorang (90 persen), intonasi suara (7 persen), dan kata-kata (3 persen). "Orangtua yang plin-plan akan membuat anak kebingungan, dan akhirnya stres karena orangtuanya tidak konsisten," tambahnya. Seharusnya orangtua bersikap tegas dalam mendidik anak, dan antara suami dan istri bekerjasama agar tercapai kata sepakat. Misalnya, anak dihukum ketika melakukan sebuah kesalahan. Namun ketika ia mengulangi kesalahannya, orangtua tidak menghukumnya. Bahasa tubuh orangtua yang tidak konsisten ketika menghadapi masalah yang sama, seperti kadang bersikap galak dan kadang baik, akan membuat anak tertekan.

3. Membeda-bedakan anak
Banyak orangtua yang secara tak sadar membeda-bedakan anaknya. Meski dalam perbuatan tidak terlalu terlihat, namun intonasi suara yang turun naik ketika menghadapi kakak dan adik akan membuat anak merasakan adanya pembedaan sikap orangtua. "Ketika adik kakak berkelahi, biasanya nada bicara orangtua akan lebih lembut ke adik dibanding kakak, karena mengganggap bahwa kakak yang sudah lebih dewasa harus mengalah," bebernya. Intonasi suara yang berbeda ketika menghadapi kakak dengan nada yang keras, dan adik dengan nada yang lembut, akan membuat si kakak merasa si adik lebih disayang dan ia pun menjadi tertekan.

4. Labeling pada anak
Salah satu yang paling berbahaya yang dilakukan orangtua kepada anak adalah memberi label atau cap kepada anak. Kata-kata seperti, "Dasar kamu anak pemalas", atau "Kamu kegemukan, makanya pakai baju apa saja tidak ada yang cocok", atau "Kamu kok lemot sih, nggak pinter seperti kakakmu?". Hati-hati, labeling, apalagi yang diiringi dengan tindakan membanding-bandingkan anak, tak hanya membuat anak merasa tertekan, tetapi juga mengalami luka batin yang akan terbawa hingga ia dewasa.

5. Terlalu sering melarang
Ketika anak berusia 4-6 tahun, anak sedang berada dalam zona kreatif dengan peningkatan rasa ingin tahu dan ingin belajar yang sangat tinggi. Namun, sikap kreatif anak dan daya ekplorasinya dianggap sebagai kenakalan orangtua, lalu berusaha membatasi gerak mereka. "Jangan main di sana", atau "Jangan dipegang-pegang!", dan masih banyak kata larangan lain yang digunakan orangtua untuk membatasi kreativitas anak. Meski memiliki tujuan yang baik agar si anak tidak terluka, namun kata-kata "jangan" dan "tidak" ternyata bisa membuat anak menjadi stres karena mereka tidak bebas untuk melakukan apapun.

Gunakan kata-kata lain yang lebih baik untuk mengarahkan anak, sehingga anak akan menerimanya dengan positif. Anak akan mengerti bahwa Anda melarangnya melakukan hal tersebut karena berbahaya, dan bukan karena tidak sayang pada anak. "Kalau selalu dilarang, suatu saat anak bisa mencuri-curi untuk melakukannya saat Anda tidak tahu," ujar Rustika.

sumber: http://smilewithismail.blogspot.com/2012/04/5-perilaku-ortu-yang-jadikan-anak.html
readmore »»  

5 Tips Agar Punya Bayi Kembar


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEik_lro7aCR6qJx3Mx14s8TyHSsFTF2FVBO0MTM5toss_vpkBcNqmpRYdsmxsRW7Ay1Ot3vYM10yE-guDw5byY4kJbW6Unv6XWV1Q4_H09cS3YZUgGlbXlURoOuJEhKd-qSdd_KOgDNWF8G/s400/Baby_Twin_1.jpg

Memiliki bayi kembar merupakan suatu keistimewaan tersendiri bagi orang tua. Dengan bantuan ilmu pengetahuan, bayi kembar dapat diupayakan.

Berikut upaya-upaya yang dapat anda coba untuk mendapatkan kehamilan bayi kembar, seperti dilansir dari Boldsky:


1. Perhitungkan Usia Ibu
Study membuktikan bahwa ketika seorang wanita berada di usia 35 hingga 45 tahun, yaitu saat wanita berada di masa hiperaktif sebelum menjelang menopause, terlebih jika wanita ini adalah seorang pekerja, maka ovarium yang akan terlepas ketika berhubungan seks lebih dari satu telur. Hal ini memperbesar kemungkinan Anda dapat memiliki lebih dari satu bayi di saat yang bersamaan.

2. Treatment Kesuburan
Menurut pengalaman beberapa selebritis dunia seperti Sarah Jessica Parker yang menjalani program bayi tabung karena susah hamil, berujung hasil memiliki dua bayi dalam satu waktu. Demikian halnya dengan selebriti yang menjalani perawatan kesuburan, berujung pada kepemilikan bayi kembar.

3. Riwayat Keluarga
Apakah kerabat dekat Anda seperti paman atau bahkan orangtua Anda sendiri memiliki kembaran? Jika ya, Anda memiliki harapan mendapatkan bayi kembar lebih besar. Anda jadi tidak perlu lagi menunggu hingga usia Anda memasuki ke 30-an akhir. Jika secara genetik sudah ada riwayat, maka Anda dapat mencoba langsung untuk mendapatkan kembar alami.

4. Perhatikan Periode Kehamilan
Jika Anda hamil ketika Anda masih menyusui bayi Anda, maka kesempatan Anda memiliki anak kembar meningkat. Pasalnya, ilmuwan terkenal banyak yang percaya masa menyusui dapat menonjolkan ovulasi. Hal ini tidak terbukti tetapi hipotesis patut dicoba.

5. Diet Susu Dan Singkong
Rajin meminum susu dan produk olahan susu setiap hari memiliki efek positif terhadap kesempatan Anda memiliki bayi kembar. Selain itu, sebuah penelitian yang dilakukan pada sebuah suku Afrika tertentu yang memiliki banyak jumlah pasangan kembar menyimpulkan, bahwa diet ubi rambat atau ubi jalar menginduksi kehamilan kembar.

sumber: whathefuuuuuck.blogspot.com
readmore »»