14 Tewas Tertembak di Lapangan Sepak Bola Honduras !

Liputan6 - Sedikitnya 14 orang telah dinyatakan tewas tertembak di lapangan sepak bola di kota San Pedro Sula, Honduras, demikian yang dilansir BBC pada (30/10). Menurut laporan, pelaku bersenjata itu mendekati sekumpulan orang yang hendak bermain sepak bola, kemudian menembaki mereka. Motif serangan itu masih belum jelas, tetapi pihak berwenang menduga motif ini berlatar belakang antar geng-geng kriminal.



Armando Calidonio, Wakil Menteri Keamanan, seperti dikutip oleh kantor berita Associated Press mengatakan bahwa orang bersenjata tersebut menembakkan dari jarak dekat dengan senapan. Sepuluh orang meninggal di tempat kejadian, di distrik Felipe Colonia Zelaya, dan empat lainnya tewas dalam perjalanan ke rumah sakit. Beberapa lainnya menderita luka-luka serius.


Honduras memiliki salah satu tingkat pembunuhan tertinggi di dunia, dengan banyak pembunuhan yang dilakukan sebagi aksi kekerasan antar geng yang dikenal sebagai Maras. Geng terbesar memiliki ribuan anggota dan tersebar di seluruh Amerika Tengah serta di Amerika Serikat.

readmore »»  

Belalai Gajah Digigit Buaya ( Langka ! )

Selama ini sering terdengar betapa ganasnya macan atau singa Afrika memburu mangsa, seperti kuda, sapi, banteng, kerbau, dan rusa. Atau buaya yang mengintai hewan-hewan sedang minum dekat rawa persembunyiannya.



Tetapi, ada kejadian langka yang tertangkap kamera fotografer amatir bernama Johan Opperman (38) ketika mengunjungi Taman Nasional Kruger di Afrika Selatan. Foto ini dipublikaskan harian The Sun.


Dalam foto itu tampak anak gajah sedang asyik meminum air rawa dengan belalainya. Tiba-tiba, muncul buaya besar dari dalam rawa dan langsung menjepit belalai itu dengan gerahamnya yang kuat dan bergigi tajam.


Tarik-menarik antara anak gajah dan buaya berlangsung beberapa saat. Anak gajah pun memiliki tenaga kuat sehingga mampu menarik buaya itu hingga ke daratan batas rawa.


Anak gajah meraung memanggil keluarganya dan tak berapa lama rombongan gajah datang membantu.


Para gajah itu berusaha menyelamatkan anak dengan meraung dan kakinya menginjak badan buaya. Adegan ini mirip seperti pertarungan antara gajah dan buaya.


Karena buaya dikeroyok kawanan gajah dan nyawanya terancam, akhirnya mangsa yang sudah di depan mata itu pun dilepaskannya.


Johan mengatakan, kejadian itu di siang hari dan tidak biasanya buaya berani main-main dengan hewan raksasa ini. Sudah bisa ditebak, buaya gagal makan siang. "Saya anggap ini hal sangat langka dan, setahu saya, buaya tidak biasanya mencoba untuk menangkap gajah," ujar Johan.


readmore »»  

Minggu ini Ada Skandal Lebih Besar dari Century !


Ketua Majelis Pertimbangan Partai Amanat Nasional (PAN), Amien Rais menyatakan akan ada skandal yang lebih besar dari skandal Bank Century. Skandal ini merupakan rencana penjualan PT Krakatau Steel pada pihak asing.


"Minggu ini ada skandal yang lebih besar dari Bank Century, akan ada skandal Krakatau Steel," ujar Amien Rais.



Amien menyampaikan hal itu dalam pidato politiknya saat pelantikan DPW PAN Yogyakarta di Wisma Haji, Yogyakarta, Minggu (31/10/2010).


Amien pun memerintahkan agar Fraksi PAN meledakkan kasus ini. Setelah itu barulah KPK dan BPK terjun menangani kasus ini.


"Ledakkan saja. Jangan mau dibayar berapa pun, ledakkan saja," perintah Amien.


Menurut Amien, kasus ini bermula saat ada rencana menjual saham Krakatau Steel pada pihak asing. Penjualan saham secara murah ini ditenggarai berpotensi menimbulkan korupsi dan ada segelintir orang yang diuntungkan dalam proyek ini.


"Dijual sangat murah itu, tandanya ada udang di balik batu. Namanya korupsi," terang Amien.


Penjualan Krakatau Steel menurut Amien akan sangat merugikan bangsa Indonesia. Pengalaman pahit saat Indosat dijual murah ke Singapura akan terulang kembali. Amien pun menyebut hal ini sebagai tragedi Indosat jilid kedua.


"Kita ini bangsa yang dungu. Dulu menjual Indosat ke Singapura," kritik mantan Ketua MPR.


Menurutnya PAN telah memiliki data-data yang kuat soal kasus ini. Amien meminta agar Waketum Drajad Wibowo yang memiliki data lengkap agar segera mengekpos.


"Datanya sangat lengkap. Sama seperti Centurylah," tegas Amien.


Sementara itu Drajad Wibowo mengaku masih harus berkoordinasi dengan Amien lebih lanjut soal kasus ini. Dia mengaku baru tadi diperintahkan Amien.


Sedangkan mengenai sejumlah orang yang diduga kecipratan hasil penjualan ini, Drajad meminta Menteri BUMN lebih dulu mengungkap kasus ini.


"Saya berharap Menteri BUMN menyampaikan secara terbuka," ujar Drajad. [detikNews]


readmore »»  

Jawaban KH Zainuddin MZ Terkait Aida Saskia !

KH Zainuddin MZ akhirnya buka suara memberi klarifikasi terkait pengakuan Aida Saskia di berbagai media sebulan terakhir ini. Dia tidak menampik bahwa foto yang ditunjukkan Aida Saskia adalah asli fotonya tapi tidak ingat dimana dan kapan foto itu diambil karena dirinya memang sering difoto dengan siapa saja.



"Iya foto saya ada di mana-mana dan dengan siapa saja. Saya pun lupa, apa acara di rumahnya Aida. Kalau bicara foto, saya banyak dan dengan siapa saja," ujar Zainuddin, Minggu (31/10/2010) malam.


Zainuddin MZ mensinyalir ada pihak ketiga dalam kasus antara dirinya dengan Aida Saskia yang sengaja ingin membunuh karakternya.


"Tidak terjadi apa-apa. Kalau dia berani pasti ada yang kasih sugesti, kalau nggak asasination character (pembunuhan karakter) yang nanti berujung kepada pemerasan," ujar Zainuddin MZ.


Dai kondang tersebut juga menganggap aneh dan lucu bila dirinya harus minta maaf kepada Aida Saskia di depan publik. "Siapa yang minta maaf, siapa yang salah? Saya rasa aneh," jawabnya.


Walau Zainuddin menduga adanya pihak ketiga yang bermain dalam kasus ini, tapi dia tidak mau suudzon (negatif thinking) menuduh orang sembarangan. Dia tidak bersedia mengatakan pihak ketiga itu siapa yang dimaksud.


"Saya nggak boleh suudzon siapa. Teman-teman yang punya hubungan batin, ada solidaritas forum ulama untuk ulama, relawan untuk Zainuddin, bukan saya yang bikin. Saya tidak punya kepentingan untuk membela diri. Saya sudah tidak memimpin partai. Tapi ini refleksi pertemanan kalau Zainuddin digitukan. Sekarang hanya menunggu saksi, apa lagi? Terus diberi hukum publik," papar dia. Tribunnews


readmore »»  

Pelesir DPR Miliaran Rupiah di Kala Bencana !

VIVAnews - Wilayah Indonesia dilanda bencana alam silih berganti dalam sebulan terakhir. Mulai dari banjir bandang di Wasior, Papua Barat, kemudian tsunami di Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat. Seolah masih ingin menguji lagi, bencana letusan Gunung Merapi pun meluluhlantakkan rumah-rumah di sekitarnya.


Bencana alam ini memakan jumlah korban yang tak sedikit, Wasior 101 orang tewas. Merapi 35 orang meninggal. Sedangkan, di Mentawai hingga Jumat kemarin, lebih dari 400 orang tewas akibat petaka selama 15 menit tersebut.



Ironisnya, di tengah rentetan bencana yang mengharubiru, kabar tak sedap malah datang dari gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Wakil rakyat justru susul menyusul terbang ke luar negeri.


Setidaknya ada lima rombongan DPR yang berangkat ke mancanegara. Salah satunya dari Komisi II yang juga membidangi pemerintahan. Komisi II akan berangkat ke India dan China untuk studi banding tentang kependudukan.


"Rencananya, rombongan ke China dan India berangkat pada 1 (November 2010)," kata Ketua Komisi II Chairuman Harahap.


Komisi II yang terbang ke China dan India terbagi dalam dua rombongan. Mereka akan mempelajari tentang sistem administrasi kependudukan di dua negara padat penduduk itu. Menurut jadwal di Sekretariat Jenderal DPR, keberangkatan ke China pada 1 November, sedangkan ke India pada 9 November 2010 ini.


Selain Komisi II, Komisi V juga terbang ke Italia. Agenda utama mereka dalam rangka penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) Rumah Susun. Anggota Komisi V yang terbang ke Italia yakni empat orang dari Fraksi Demokrat: Rustanto Wahid, Usmawarni Peter, Sutarip Tulis Widodo dan Zulkifli Anwar. Tiga orang dari Fraksi Golkar: Riswan Tony, Eko Sarjono Putro, dan Roem Kono. Dua dari Fraksi PDIP: Irfansyah dan Sadar Estuati. Dua orang dari Fraksi PAN: Yasti Soepredjo Mokoagow dan Ahmad Bakri. Serta masing-masing satu orang dari Chairul Anwar (FPKS), Epyardi Asda (F-PPP), Imam Nachrowi (F-KB), dan Gunadi Ibrahim (F-Gerindra).


Selanjutnya, Komisi XI, khususnya Panitia Khusus Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Rombongan ini akan terbang ke empat negara, Inggris, Perancis, Jepang, dan Korea. Studi banding ini akan menghabiskan dana sekitar Rp1,7 miliar. Ketua Pansus OJK, Nusron Wahid, mengatakan, dana sebesar itu diperuntukkan bagi 30 anggota Pansus OJK.


"Tim akan dibagi dua kelompok, yakni 15 orang ke Jerman dan 15 orang ke Korsel," kata Nusron. Perjalanan dinas itu akan berlangsung sejak 30 Oktober hingga 6 November 2010. Masing-masing anggota Pansus diperkirakan menghabiskan dana antara Rp50-60 juta.


Rombongan berikutnya: rombongan dari Badan Kehormatan (BK) DPR yang akan belajar tentang kode etik ke Yunani. Tujuan di atas kertas, untuk menyempurnakan tata tertib dan kode etik anggota dewan. Namun, Ketua BK dari F-PDIP Gayus Lumbuun dan Tri Tamtomo menolak untuk ikut. Mereka menilai kunjungan kerja ini tidak perlu dan bisa dilakukan dengan mencari informasi di dunia maya.


Terakhir, rombongan Badan Legislasi (Baleg) DPR yang akan ke Belanda. Di negeri Kincir Angin ini, DPR ingin mempelajari soal badan bantuan hukum bagi rakyat miskin. Keperluannya, untuk pembahasan RUU Badan Hukum.


Biaya semua kunjungan itu, jauh melampaui harga sebuah menara early warning system di wilayah bencana. Di pasar Tiku, Tanjung Mutiara, Agam, Sumatera Barat, berdiri tegak sebuah menara sirene, yang akan secara otomatis menjerit bila ada gempa di lautan yang menimbulkan tsunami.


Sejumlah wilayah di Sumbar memiliki menara seperti ini. Tapi karena harganya mahal, alat penting ini malah tak dibangun di episentrum gempa besar, Kepulauan Mentawai. Warga di kepulauan ini harus puas dengan mengandalkan lonceng gereja yang tak terdengar saat hujan deras, seperti yang terjadi 25 Oktober lalu.


Mereka yang Membatalkan

Kritik pedas dari masyarakat dengan kunjungan wakil rakyat ke luar negeri membuat kuping sejumlah anggota DPR panas. Beberapa diantaranya pun mendengar aspirasi rakyat dan membatalkan perjalanan.


Pertama yang membatalkan rencana ke luar negeri adalah Komisi II DPR akhirnya menunda kunjungan ke China pada 1 November 2010. Sementara, kunjungan yang ke India yang dijadwalkan 8 November 2010 belum ada perubahan.


"Yang ke India belum diputuskan karena berangkatnya tanggal 8 November 2010," kata Ketua Komisi II DPR Chairuman Harahap.


Menurut dia, pembatalan itu untuk menunjukkan empati pada korban bencana. Apalagi, Indonesia sedang mengalami rentetan bencana alam. Mulai dari banjir bandang Wasior sampai yang terakhir, Merapi.


Kemudian, Baleg DPR juga ikut membatalkan kunjungannya ke Belanda yang semula untuk kepentingan pembahasan RUU. Ketua Baleg Ignatius Mulyono menjelaskan rencana ini menjadi tidak pasti karena sampai sekarang belum ada jawaban dari Belanda soal permintaan kunjungan anggota DPR ini. Rencana semula, kunjungan Baleg akan dilakukan 8 November mendatang.


Faktor kedua, kata Ignatius, DPR juga ingin memberi perhatian kritik masyarakat soal kondisi negara yang terus dilanda bencana alam. "Soal lain, kami akan melakukan penghematan," kata dia.


Sekarang, publik masih menunggu, siapa berikutnya?


readmore »»